Muhamad Rivai

Fiksi dan catatan lainnya

Tag: parodi

Mereka Bilang Saya Zombi

Kevin dan Arya buru-buru masuk ke dalam rumah, mereka segera mengunci pintu dan menghalanginya dengan kursi dan meja. Untuk ukuran orang yang habis dikejar zombi, mereka sama sekali tidak terlihat ngos-ngosan, namun tetap saja jantung mereka berdebar kencang.

“Gue bilang juga apa, Ar, teori paradoks zombi gue bener kan?” ucap Kevin sambil tersenyum bangga.

“Iya deh, gue akui kalau lo emang temen gue yang paling cerdas, bahkan di saat kota ini lagi diserbu pasukan zombi, pemerintahan kolaps, militer chaos, dan temen-temen kita jadi makhluk dekil pemangsa otak,” ujar Arya.

Read More

Virzin 2: Bukan Film Porno, Sih….

Cerita ini adalah parodi dari film Virgin 2

1

Seorang petugas kebersihan yang sedang melaksanakan tugasnya pagi itu dibuat terkejut dengan kehadiran seorang perempuan muda yang tengah tertidur di atas kursi di depan Circle-K Dago Plaza. Ia mengamati gadis itu. Gadis muda yang usianya masih SMA itu memakai topi kupluk warna hijau army, jaket abu-abu, kaos ketat hijau cerah yang memperlihatkan belahan dada, serta celana jeans pendek. Si petugas kebersihan tidak

Read More

Bandung Lautan Zombi

Catatan: Cerita ini tidak atau belum diselesaikan

Prologue:
An Incompetent Truth

Bandung, 15 November 2012. Sebuah pabrik tahu di pinggiran kota Bandung yang bernama PT Berkah Jaya melakukan penelitian mengenai rekayasa genetika pada kacang kedelai yang memungkinkan manusia untuk merubah tahu menjadi daging. Dalam prosesnya, Berkah Jaya Research Department membuat sebuah laboratorium rahasia yang dibantu oleh pemerintah, di sebuah bangunan bawah tanah bersistem keamanan mutakhir di Kota Bandung. Pemerintah juga mensuplai berbagai jenis senyawa kimia dan tenaga-tenaga ahli baik dari dalam maupun luar negeri untuk menjalankan proyek ini. Proyek ini oleh pemerintah RI disebut dengan istilah “Koproll jauh ke depan”, yang melambangkan rencana pengembangan ekonomi pangan yang lebih baik di Indonesia, mengalahkan RRC. Proyek ini dirahasiakan dari dunia internasional, terutama Amerika Serikat.

Awalnya eksperimen merubah tahu menjadi daging ini merupakan suatu usaha mulia untuk

Read More

Harry Potter And The Attachment Grandma

Chapter One
Extraordinary Exotic Exorcism

Pada suatu waktu (tentunya sebelum kejadian di Harry Potter and The Deathly Hallows), sekolah sihir Hogwarts diundang untuk menghadiri open house sebuah sekolah sihir di Indonesia. Bagi penyihir-penyihir di daratan Eropa, bisa mengunjungi sekolah sihir di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat jarang terjadi, sebab selama ini para penyihir Indonesia selalu menutup diri dari dunia luar, sehingga kesaktian mereka kerap kali menjadi misteri. Pada acara tersebut rencananya akan diadakan pertandingan-pertandingan dari berbagai macam cabang sihir dan juga pertandingan persahabatan Quidditch. Tentu saja seeker terbaik Hogwarts, Harry Potter diikutsertakan dalam pertandingan itu, bersama dengan pemain Quidditch terbaik lainnya yang dipiih dari seluruh asrama. Mereka benar-benar tak punya bayangan pemain Quidditch seperti apa yang dimiliki Indonesia, sebab olahraga ini masih terbilang asing bagi penyihir Indonesia.

Kereta sihir Hogwarts terbang di atas daerah tropis di garis khatulistiwa, sementara langit

Read More

Ganasnya Istriku di Malam Pertama

Ini adalah pengalaman pribadi yang aku alami saat aku baru saja menikah, tepatnya pada malam pengantin. Pengalaman ini sebenarnya agak kurang sopan untuk diceritakan pada khalayak umum, tapi aku harap para pembaca dapat menikmatinya seperti halnya aku menikmati pengalaman ini. Oh ya, cerita ini spesial hanya untuk pembaca yang sudah dewasa dan berusia 18 tahun ke atas. Selamat menikmati.

Read More

Robert Langdon Goes To Indonesia

Perhatian: Cerpen ini adalah parodi dari novel Da Vinci Code. Khusus bagi yang pernah membaca novel tersebut.

CHAPTER 1

Cuaca tampak mendung ketika lelaki tampan itu turun dari pesawat sambil melihat- lihat sekitar bandara Soekarno-Hatta. Ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di Republik Indonesia semenjak beberapa tahun yang lalu saat ia mengadakan penelitian di Bali. Ia tampak bingung, mencari- cari orang yang berjanji akan menjemputnya. Ia tidak tahu orang itu seperti apa, ia bahkan tak tahu masalah seperti apa yang telah membawanya ke sini. Sesuatu yang sangat besar, pastinya.

Seminggu yang lalu ia menerima sebuah paket kilat dari seorang yang menyebut dirinya Guru. Ia memeriksa alamatnya, dan ternyata berasal dari Jakarta, Indonesia. Paket itu berisi sebuah gambar bintang bersudut lima, atau pentakel. Sesuatu yang amat mempesona pikiran akademisnya. Ia pun

Read More

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén