7 Tips Mencegah Kebangkitan PKI di Indonesia7 min read

Wah, tidak terasa kita sudah memasuki penghujung bulan September. Bagi bangsa Indonesia, bulan September adalah bulannya anti-PKI. Pada bulan ini, para politisi berlomba-lomba mengajak masyarakat untuk senantiasa mencegah kebangkitan PKI.

Namun setelah puluhan tahun melanggengkan tradisi ini, anehnya masyarakat masih saja dihantui kebangkitan PKI setiap tahunnya. Apakah semua usaha puluhan tahun itu tidak berhasil? Apakah strategi yang diterapkan selama ini tidak efektif? Mungkinkah selama ini kita justru sebenarnya sudah masuk ke dalam jebakan licik  kaum komunis? Lalu bagaimanakah cara yang benar untuk mencegah kebangkitan PKI terbaru di tahun 2020?

Pada tulisan ini, saya akan berbagi tips untuk mencegah kebangkitan PKI. Dengan mengikuti tips-tips ini, segala macam propaganda dan hasutan kaum komunis tidak akan mampu mengoyak sendi-sendi kebangsaan kita lagi.

Nah, apa saja yang harus kita lakukan untuk mencegah kebangkitan PKI? Simak tips-tips berikut!

Sejahterakan Buruh

Foto oleh Pixabay dari Pexels

Dalam sejarahnya, PKI dapat berkuasa karena memanfaatkan penderitaan kaum buruh. Dengan liciknya, mereka menghasut para buruh yang hidupnya susah, diupah murah, dan dieksploitasi untuk mendukung mereka melakukan pemberontakan serta menggulingkan pemerintah yang sah.

Para pekerja yang dieksploitasi itu sangat rentan terkena hasutan PKI. Oleh karena itu, cara paling logis untuk mencegah kebangkitan PKI, adalah dengan memastikan para buruh/pekerja sejahtera di NKRI.

Apabila kaum buruh dan pekerja sejahtera, dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, diupah dengan adil sesuai nilai kerja yang mereka berikan, mampu mengaktualisasi diri, tidak ada diskriminasi, dan berdiri setara dengan para pengusaha, maka mereka pun tidak akan bisa dirayu oleh para PKI dan antek-anteknya.

Perkecil Kesenjangan Sosial

Photo by Helena Lopes from Pexels

Tahukah Anda apa tujuan dari komunisme? Ya, menciptakan masyarakat tanpa kelas. Hal ini bisa mereka raih dengan mempropagandakan kesenjangan sosial di masyarakat. Celakanya, hal ini seringkali memang terjadi. Masyarakat yang merasa menjadi korban ketimpangan antara kaya & miskin, pemodal & pekerja, atau bangsawan & rakyat jelata, mudah sekali untuk dihasut oleh PKI.

Apabila yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, timbullah kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial menimbulkan kecemburuan. Kecemburuan menimbulkan permusuhan. Permusuhan menimbulkan pemberontakan. Pemberontakan pada akhirnya akan menjadi revolusi seperti yang diinginkan komunis dan antek-anteknya.

Oleh karena itu, untuk mencegah kebangkitan PKI, yang perlu dilakukan adalah memperkecil kesenjangan sosial di masyarakat. Apabila jurang kesenjangan berhasil dipersempit sekecil-kecilnya, niscaya hasutan PKI menjadi tidak menarik lagi bagi rakyat NKRI.

Berantas Korupsi

Photo by DSD from Pexels

Benar sekali, siapa yang tidak membenci korupsi? Pastinya para koruptor itu sendiri. Namun tahukah Anda bahwa para antek-antek PKI tidak sepenuhnya membenci korupsi? Ya, mungkin mereka berharap dengan banyaknya korupsi akan membuktikan cacatnya sistem yang kita jalani.

Korupsi membuat rakyat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah, bahkan terhadap dasar negara. Dengan begitu, rakyat akan mudah direkrut oleh PKI untuk meruntuhkan dasar negara dan menggantinya dengan yang baru: komunisme.

Korupsi yang merajalela tidak hanya menurunkan kepercayaan rakyat, tapi juga menimbulkan kesenjangan sosial (lihat poin sebelumnya). Hal ini adalah makanan empuk bagi propaganda PKI. Oleh karena itu, untuk mencegah kebangkitan PKI, kita harus memberantas korupsi.

Jangan Jadikan Agama sebagai Candu

Photo by Ali Arapo─člu from Pexels

Karl Marx sebagai filsuf yang menginspirasi gerakan komunisme di abad 20 pernah berkata bahwa agama adalah candu. Ia berkata bahwa agama hanyalah bentuk keluh kesah orang-orang tertindas. Apabila kondisi penindasan itu sudah hilang, otomatis agama akan hilang dengan sendirinya karena sudah tidak dibutuhkan lagi.

Oleh karena itu, untuk mencegah kebangkitan PKI, kita tidak boleh menjadikan agama sebagai candu. Tunjukkan bahwa agama bukan sekadar keluh kesah atau obat bius bagi rakyat tertindas. Agama adalah sumber kekuatan untuk melakukan perubahan.

Umat beragama harus menunjukkan perannya sebagai penolong orang-orang tertindas, pengentas kemiskinan, dan pembawa rahmat bagi sekalian alam. Hanya dengan begitulah, bujuk rayu komunis tidak akan laku lagi di mata umat beragama.

Negara yang Demokratis

Photo by Element5 Digital from Pexels

Meski pada praktiknya negara-negara yang mengaku komunis selalu memiliki sistem yang otoriter, totaliter, dan tidak demokratis, tetapi dalam bujuk rayunya antek-antek PKI selalu menggunakan moto “sama rata sama rasa”.

Pemerintahan yang otoriter, fasis, dan diskriminatif akan menjadi makanan empuk bagi propaganda komunis untuk mengobarkan api pemberontakan. Oleh karena itu, untuk mencegah kebangkitan PKI, kita harus menjaga agar iklim demokrasi di NKRI tetap sehat dan menjamin hak-hak semua warga.

Masyarakat yang Cerdas, Kritis, dan Berwawasan

Photo by Ichad Windhiagiri from Pexels

Hal utama yang membuat masyarakat dapat tertipu bujuk rayu dan janji manis PKI adalah karena mereka tidak mampu berpikir cerdas dan kritis. Ibaratnya, bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan musuh kalau kita tidak mengetahui siapa musuh yang kita hadapi?

Oleh karena itu, akses terhadap ilmu pengetahuan yang objektif harus dibuka seluas-luasnya. Agar masyarakat dapat menolak PKI dan membongkar kebusukan-kebusukannya, masyarakat harus dipersenjatai dengan wawasan dan ilmu pengetahuan yang ilmiah: Apa itu komunisme? Apa yang menyebabkan munculnya komunisme? Bagaimana sejarah komunisme di Indonesia? Mengapa komunisme merupakan pilihan yang buruk? Apa alternatif yang lebih baik?

Dengan pemahaman dan diskusi yang kritis atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, niscaya masyarakat dapat menolak propaganda PKI dengan mantap dan percaya diri. Tidak lagi mereka dapat digoyahkan dengan berbagai demagogi dan janji manis.

Jangan Membuat Kebohongan

Photo by Markus Winkler from Pexels

Seringkali kita tergoda untuk membuat kebohongan, manipulasi sejarah, atau menutupi fakta demi mengalahkan musuh kita. Dalam jangka pendek mungkin kelihatannya berhasil. Namun percayalah, dalam jangka panjang hal itu justru akan menjadi bumerang yang dimanfaatkan musuh.

Apabila suatu saat kebohongan atau manipulasi yang kita buat terbongkar, maka kepercayaan rakyat akan hancur berkeping-keping. Pada saat itulah PKI bersama antek-anteknya akan mengambil alih simpati rakyat, mengorganisir, dan bangkit kembali dengan lebih kuat. Mengerikan bukan?

Oleh karena itu, cara paling tepat untuk mencegah kebangkitan PKI adalah dengan membeberkan fakta sejarah, pengetahuan, dan informasi dengan sejujur, setransparan dan seakuntabel mungkin. Dengan demikian, rakyat akan yakin bahwa dirinya berada di pihak yang benar. Propaganda PKI tidak akan mempan dan mereka tak bisa bangkit lagi.

Penutup

Demikianlah beberapa tips yang dapat saya sampaikan. Pada dasarnya, semua tips ini saling terkait satu sama lain sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Apabila Anda memiliki tips lain, silakan ditambahkan di kolom komentar.

Akhir kata, semoga dengan tips-tips di atas kita dapat melindungi keluarga, bangsa, dan negara kita dari kekejian PKI serta bahaya latex komunisme. Amin.

The Revolution

Facebook Comments

Published by

Muhamad Rivai

Muhamad Rivai lahir di Jakarta pada tahun 1988, tapi pindah ke kota Karawang saat kelas tiga SD. Pada tahun 2006 ia pindah ke Bandung untuk mengikuti kuliah di FSRD ITB. Setelah lulus, ia pulang kembali ke Jakarta untuk menekuni dunia tulis-menulis sambil mencari nafkah sebagai pekerja. Tulisan-tulisannya berupa cerpen dan puisi selama ini dimuat di blog pribadi dan di situs Kemudian dengan nama someonefromthesky. Pernah menerbitkan buku kumpulan cerpen Setelah Gelap Datang (Indie Book Corner, 2012), menyumbangkan satu cerpen di buku Cerita Horor Kota (PlotPoint, 2013), dan pernah juga mempublikasikan kumpulan cerpen digital berjudul Distorsi Mimpi (2009).