Sejak Kita Menghujat Para Koruptor1 min read

sejak kita meng­hu­jat para korup­tor tan­pa nama
koru­psi men­ja­di basa-basi saja
men­ja­di bah­an obrol­an kita di warung kopi
sepu­lang ker­ja sele­pas sen­ja

meng­um­pat telah mem­bu­at kita akrab
cang­kir demi cang­kir kita lahap
hing­ga dada kita ber­de­bar-debar
oh!
itu pas­ti rasa kea­dil­an
yang datang ber­ko­bar-kobar

tena­nglah kaw­an
mari kita hapalk­an
empat puluh lima butir Pancasila
beser­ta mak­na­nya
dan kita pun men­ja­di anti koru­psi

anti koru­psi
anta koru­psi
antum koru­psi
ana koru­psi

lama-lama kita
sama gom­bal­nya dengan cin­ta


konon orang koru­psi kare­na
cin­ta dunia
mis­kin iman di dalam dada

konon orang koru­psi kare­na
bapak ibu­nya
lupa ber­doa sebe­lum seng­ga­ma

mung­kin orang koru­psi sema­ta
demi men­ja­di
bah­an obrol­an kita di warung kopi
sepu­lang ker­ja sele­pas sen­ja

Published by

Muhamad Rivai

Muhamad Rivai lahir di Jakarta pada tahun 1988, tapi pindah ke kota Karawang saat kelas tiga SD. Pada tahun 2006 ia pindah ke Bandung untuk mengikuti kuliah di FSRD ITB. Setelah lulus, ia pulang kembali ke Jakarta untuk menekuni dunia tulis-menulis sambil mencari nafkah sebagai pekerja. Tulisan-tulisannya berupa cerpen dan puisi selama ini dimuat di blog pribadi dan di situs Kemudian dengan nama someonefromthesky. Pernah menerbitkan buku kumpulan cerpen Setelah Gelap Datang (Indie Book Corner, 2012), menyumbangkan satu cerpen di buku Cerita Horor Kota (PlotPoint, 2013), dan pernah juga mempublikasikan kumpulan cerpen digital berjudul Distorsi Mimpi (2009).