Api di perapian itu bergoyang-goyang ketika aku menambahkan sebatang kayu bakar. Kucoba meniup-niup perapian itu agar apinya dapat menyala lebih besar, tapi tak berhasil. Tubuhku tetap menggigil, padahal aku sudah mengenakan sweater yang cukup tebal. Kurasa tubuhku sudah terbiasa dengan udara kota Karawang yang panas, sehingga sulit menyesuaikan diri dengan udara dingin Pangalengan. Sejak dua hari yang lalu saat awal libur kuliah, aku dan dua orang temanku, Norman dan Sonia, berlibur di perkebunan ini. Perkebunan kentang dan sayuran di selatan Bandung yang cukup luas ini—aku tak tahu berapa hektar tepatnya—adalah

Read More