Mengusir Hantu Bernama Sayu (1)

Part 1: Atmosfero

Gantungan tasbih bergoyang-goyang ketika mobil yang Adam kemudikan mengerem mendadak. Malam itu, pukul dua puluh, cuaca lumayan cerah dan jalanan masih ramai dengan orang-orang yang pulang dari kantor menuju rumah masing-masing. Namun kali ini tujuan Adam bukanlah rumah, melainkan sebuah tempat yang baru pertama kali ia datangi.

“Di sini, Pak?” tanya Adam kepada Haris, manajernya yang sedang duduk di sampingnya sambil mengetik sesuatu di ponsel.

Haris menoleh.

“Oh iya, belok kiri ke sini. Masuk aja ke parkiran.”

Sejak siang tadi, Haris memang sudah meminta Adam untuk mengantarnya ke tempat ini. Alasannya, karena hari ini adalah tanggal ganjil dan mobil BMW yang ia miliki bernomor genap. Sementara itu, mobil Avanza Adam bernomor ganjil sehingga tidak akan terkena razia ganjil-genap. Meski Adam tentunya bukanlah supir pribadinya, tapi ia adalah stafnya yang paling akrab. Sudah dua tahun ini mereka bekerja bersama dan kedekatan Adam dengan bosnya seringkali membuat staf yang lain merasa iri.

Area parkir itu lumayan luas. Ada tiga buah mobil yang sudah diparkir di sana, semua terlihat lebih mewah dan bersih daripada mobilnya. Dalam hati, Adam menduga satu-satunya alasan Haris memintanya mengantar adalah untuk menutupi jejak agar tidak ada yang tahu (termasuk supir pribadinya) bahwa ia berkunjung ke tempat ini. Ia memarkikran mobilnya di sebelah Fortuner hitam dengan hati-hati. Tak jauh dari tempat parkir terdapat plang neon kecil bertuliskan “Atmosfero Relaxation” berwarna pink dan biru yang berkedip-kedip. Ia membayangkan, tempat ini mungkin semacam griya pijat, atau spa, atau apa pun yang berhubungan dengan suasana relaks.

Continue reading Mengusir Hantu Bernama Sayu (1)