Maujud: Mimpi Buruk Paket Komplit

Saya tidak per­nah mem­be­li buku kum­pul­an cer­pen indie dan mera­sa ber­de­bar-debar saat mem­bu­ka bung­kus­nya, kecu­a­li saat mem­be­li Maujud. “Betapa eks­klu­sif!” pikir saya keti­ka mem­bu­ka kemas­an ber­war­na hitam yang ter­e­kat rapi dengan tulis­an putih “Adit Bujbunen Al Buse, Palung Mimpi Buruk Maujud, Sebuah Antologi” di bagi­an depan­nya, ser­ta silu­et sosok mon­ster di bagi­an bela­kang­nya.

Keterpukauan saya sema­kin memun­cak dan nya­ris men­ca­pai kli­maks keti­ka di dalam kemas­an itu saya mene­muk­an empat buah objek. Jika ini ada­lah mim­pi buruk, ini pas­ti mim­pi buruk yang megah. Continue rea­ding Maujud: Mimpi Buruk Paket Komplit

Tjokroaminoto: Islam dan Sosialisme

Tjokroaminoto: Islam & Sosialisme

Judul: Islam & Sosialisme
Penulis: HOS Tjokroaminoto
149 halam­an
ISBN 9799781639

Sinopsis: http://www.goodreads.com/book/show/5463956-islam-dan-sosialisme

H.O.S. Tjokroaminoto ada­lah seo­rang tokoh besar yang sangat dise­ga­ni pada masa per­e­but­an keme­rde­ka­an Indonesia. Ia dila­hirk­an pada 16 Agustus 1882 di Madiun dan men­ja­di pemim­pin Sarekat Islam (SI), sebu­ah orga­ni­sa­si yang sangat ber­pe­nga­ruh dalam per­ge­rak­an nasio­nal dan pemi­kir­an-pemi­kir­an Islam. Soekarno (pro­kla­ma­tor RI), Semaoen (pen­di­ri PKI), dan Kartosuwiryo (pro­kla­ma­tor DI/NII) ada­lah bebe­ra­pa orang murid­nya yang sangat ter­ke­nal, mes­ki­pun pada akhir­nya mere­ka ber­be­da jal­an. Continue rea­ding Tjokroaminoto: Islam dan Sosialisme

Resensi: Doa Ibu

Judul : Doa Ibu
Penulis: Sekar Ayu Asmara
ISBN: 9792248048
Jumlah halam­an: 266
Published August 2009 by PT Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis: http://www.goodreads.com/book/show/6652300-doa-ibu

Saya mem­ba­ca novel ini jauh sete­lah saya mem­ba­ca dan menon­ton Pintu Terlarang, oleh kare­na itu sulit untuk tidak mem­ban­dingk­an kedua novel ter­se­but. Sepertinya, Sekar Ayu Asmara memi­li­ki for­mu­la­nya sen­di­ri dalam mem­bu­at ceri­ta misteri/horor psi­ko­lo­gis sema­cam ini. Ia mem­bu­at dua buah plot yang ber­jal­an seca­ra para­lel dan ditam­pilk­an seca­ra ber­gan­ti­an, mem­bu­at pem­ba­ca terus mem­per­ta­nyak­an hubung­an dari dua ceri­ta itu. Pada bagi­an awal, inti ceri­ta masih sangat kabur, namun menim­bulk­an rasa pena­sar­an dengan ada­nya sebu­ah kon­flik besar: orang yang tiba-tiba lenyap begi­tu saja di pes­ta per­ni­ka­han­nya. Pembaca yang telah mem­ba­ca Pintu Terlarang pas­ti paham bah­wa kita tidak bisa begi­tu saja per­ca­ya pada “rea­li­tas” yang ditam­pilk­an dalam latar novel Sekar. Ia senang seka­li ber­ma­in-main dengan delu­si, mim­pi, dunia sure­a­lis, dan psi­ko­a­na­li­sis, tidak ter­ke­cu­a­li dengan novel ini. Continue rea­ding Resensi: Doa Ibu

Setelah Gelap Datang: Aneka Ria Kengerian Selepas Senja

Oleh: Adit Bujbunen Al Buse
Disalin dari REB Magazine

Coba hitung bera­pa banyak novel ber­te­ma horor buat­an lokal yang bagus saat ini. Kalau ‘radar’ saya sen­di­ri jujur saja sela­ma ini hanya bisa menang­kap di kisar­an kar­ya-kar­ya Abdullah Harahap dan tri­bu­te-nya (Kumpulan Budak Setan) saja. Selebihnya, entah meng­a­pa, sela­lu gagal. Mungkin ‘radar’ saya yang kurang cang­gih.

Jejeran buku novel (yang mau­nya) ber­te­ma horor di rak toko buku-toko buku besar yang saya temui sela­ma ini seper­ti­nya tidak per­nah ber­ha­sil mem­bu­at ber­gi­dik untuk mau mem­ba­ca lebih jauh. Padahal, mere­ka semua sudah ber­te­ri­ak seken­cang mung­kin dengan kata-kata yang cukup ‘meng­e­rik­an’. Continue rea­ding Setelah Gelap Datang: Aneka Ria Kengerian Selepas Senja