Konon, ada tiga kejadian besar dalam kehidupan manusia yang selalu menjadi inspirasi para seniman dan pujangga. Tiga kejadian besar itu adalah kelahiran, kematian, dan apa yang ada di antaranya: pernikahan. Mungkin itulah sebabnya banyak orang yang mengalami kegugupan (atau bahkan ketakutan) menghadapi pernikahan. Mereka akan menerima ucapan “selamat menempuh hidup baru”, layaknya bayi yang baru mengalami kelahiran ke dunia setelah mengalami kematian terlebih dahulu. Bagi saya dan sebagian orang lainnya, pernikahan menjadi sangat sakral karena kami ingin melakukannya hanya satu kali, bilangan yang sama seperti kelahiran dan kematian kami.

Lamunan itu berhembus dalam kepala saya saat saya sedang duduk di sebuah minimarket beberapa hari lalu, sambil menggenggam segelas kopi dari gelas kertas dan sesekali melihat ponsel, menunggu seseorang. Pengunjung-pengunjung lain sedang sibuk berbincang tentang

Read More